Selasa, 25 September 2018

Film, Lelaki Timur Dan Imaji Yang Menghantui

Berbicara film dan orang timur itu agak aneh, tapi tak apalah, kita coba-coba sedikit mengulik tentang film dan orang timur. Dari beberapa hari jalan-jalan dengan beberapa orang belakangan ini, saya menemukan fakta bahwa, film punya daya pikat tersendiri bagi orang timur. Beberapa kali bercerita dengan mereka, beberapa kali pula saya terpukau bagaimana film yang dapat mengimaji benak orang-orang timur. Dan saya amat percaya bahwa tujuan film bukan hanya memberikan pesan-pesan rahasia (Cie, cie, cie, pesan rahasia nih ye  ) di dalam film itu sendiri atau pembelajaran berharga dari gambar yang disajikan film, melainkan juga, sadar atau tidak, film memberikan satu contoh untuk ditiru, untuk diceplak, diikuti, dijadikan panutan, terlebih lagi dengan sosok yang jadi idola di dalam film itu. Siapa sih yang tak terinspirasi buat jadi semacam yang ia sukai, terlebih idola di film?


Nah, berikut adalah tiga film dan pemain film yang telah membentuk imaji akan lelaki timur dibenak perempuan timur :

1. Sha Rukh Khan, Kuch-Kuch Hota Hai
Coba angkat tangan, perempuan mana yang tak mengenal lelaki India ini? Dengan kulit sawo matang, rambut sedikit bergelombang, hidung mancung dan tatap khas para famboyan, Saya pikir semua orang pasti mengenalnya dengan baik. Debutnya pada dekade akhir 90-an di film Kuch-Kuch Hota Hai merupakan pintu masuk bahwa seorang lelaki harus tampak periang, romantis dan agak sedikit jahil. Sha Rukh Khan mewakilkan semua hal tengik itu dalam film. Sepanjang 1998, lelaki homoris dan sedikit berani, jadi pilihan banyak perempuan. Degup jantung perempuan akan lebih kencang saat menonton Sha Rukh Khan dengan segala filmnya.

Untuk lelaki timur, semua itu tampaknya mudah-mudah saja: Periang, romantis dan agak sedikit jahil (berani), masih bisalah dituru-turu lelaki timur, dan saya pikir tak susah lelaki timur mencontohi si Garuk Khan, opsss, Sha Rukh Khan maksudnya. Heheehe… sebab sudah dari asalnya, lelaki timur itu homoris, romantis dan agak berani (meski gak semua juga sih, saya sedikit pemalu… wkwkwkwk)

2. Fahri, Ayat-Ayat Cinta
Memasuki tahun 2000-an, sekitar 2008-2009, di timur tiba-tiba memasuki periode ke-alim-an. Tipe lelaki ideal dalam imaji perempuan bergeser, dari rupawan ke-India-Indiaan menuju negeri asal, Indonesia, seperti dalam film Ayat-ayat cinta. Para perempuan merindukan sosok alim, cerdas dan kalem kayak Fahri bin Abdullah. Fahri jadi icon baru tentang lelaki. Semua serba berbau agama, relegius, alim, cerdas, kalem dan baik hati pada sesama. Saya pikir, kesuksesan film ini membawa angin baru tentang lelaki. Di kampus-kampus, banyak lelaki yang memposisikan dirinya seperti si Fahri, dan para perempuan suka berpikir hal yang sama dengan para lelaki: Mendambakan lelaki alim, cerdas... Bagi lelaki timur, untuk jadi semacam Fahri, masih bisalah, setidaknya, memakai songkok dan kemasjid seminggu sekali dan sholat lima waktu, bisa dilakukanlah. No problem.

3. Lee Min Ho, Dan Demam Korea.
Aih, sio mama sayang eee, sudah, saya gak kuat untuk jujur tentang film bahkan drama dari negeri Gingseng. Mmm… memasuki tahun 2010 hingga sekarang, ekspansi (wkwwkwk, ekspansi bahasanya, ckckckc) drama dan film Korea memasuki negeri di timur, negeri nan jauh di timur tiba-tiba mewabah film dan drama Korea. Dan kamu tahulah apa yang akan terjadi berikutnya. Bukan hanya film dan apa yang ditonton, tapi juga dampaknya adalah tipe lelaki ideal pun berubah dengan sangat radikal. Lelaki humoris dan alim yang merupakan sifat, berganti dengan tampang, face, wajah, para lelaki Korea yang merupakan hal fisik. Nah, kita yang lelaki timur bisa apa kalau sudah begini, bicara fisik? Kulit harus putih, bersih-mewangi, kemana-mana pake jas, dan seabrek embel-embelnyalah, yang tentu menyusahkan lelaki timur untuk mengikuti yang semacam ini. Yah, kamu bisa tahulah lelaki timur, bersih-mewangi masih bisalah (Mandi sehari 7 kali bisalah), kemana-mana pake Jas masih bisalah (Pinjam di tentangga), tapi soal kulit yang harus putih, itu rada susah. Kamu tahu sendirikan kulit lelaki timur itu hitam tapi manis, 11-12 dengan susu coklat kental.. wkwkwkw…

Untuk itulah, perihal nomor tiga ini, saya pikir masa-masa sulit untuk lelaki di timur. Mencontohi dan mengikuti lelaki Korea sama halnya mengikuti lari kuda dalam lomba uji lari. Sudahkah kamu beradu lari hari ini? Wkwkwk [ ]

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Comments


EmoticonEmoticon